Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bitcoin Dkk Tidak Cukup Semangat Nih, Kenapa Ya?

Harga kesepuluh kripto berkapitalisasi pasar besar  Bitcoin dkk Tidak cukup Semangat Nih, Kenapa ya?

Harga kesepuluh kripto berkapitalisasi pasar besar (Big cap) terpantau diperdagangkan bermacam-macam condong stagnan kepada jual beli Senin (20/12/2021) pagi selagi Indonesia, gara-gara penanam modal ulang risi bareng dengan kemajuan modern virus corona (Covid-19) varian Omicron di dunia. 

Melansir information berasal dari Coinmarketcap per pukul 09:20 Wib, Bitcoin, Binance Coin, Solana, Cardano, dan Avalanche terpantau terkoreksi kepada pagi hari ini. 

Sedangkan Ethereum, Xrp, dan Terra dan juga dua kripto stablecoin yakni Tether dan USD Coin terpantau menguat. 

Tetapi meskipun berlawanan arah, Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan Solana condong cuman bergerak tipis-tipis saja kepada pagi hari ini. 

Bitcoin turun 0,2% ke level harga Us$ 46.569,73/Koin atau setara bareng Rp 670.604.112/Koin (Anggapan kurs hari ini Rp 14.400/Us$), Ethereum melemah 0,54% ke level Us$ 3.932,48/Koin atau Rp 56.627.712/Koin, Binance Coin terkoreksi 0,49% ke Us$ 528,14/Koin (Rp 7.605.216/Koin). 

Terhadap jual beli permulaan pekan ini, sebagian kripto big cap terhitung Bitcoin diperdagangkan condong mendatar sehabis kepada Minggu kemarin sempat rebound ke zona hijau. 

Mendatarnya Bitcoin dan kripto big cap yang lain disebabkan dikarenakan penanam modal masih merespons berasal dari ketentuan bank sentral Amerika Perkumpulan (As) atau Federal Reserve (The Fed) yang mempercepat penghematan pembelian asetnya (Quantitative easing/qe) atau tapering, dimulai kepada bulan ini. 

Bahkan, akselerasi tapering bisa menjinjing The Fed untuk memperbesar suku bunga contoh lebih dari satu kali kepada tahun depan. 

The Fed hanyalah akan berbelanja obligasi pemerintah sebesar Us$ 60 miliar per bulan mulai Januari 2022 dan menyampaikan bahwa bisa saja akan melanjutkan denah itu di bulan-bulan mendatang. 
Hal ini dilakukan oleh bank sentral paling powerful di dunia itu untuk membendung inflasi Negeri Paman Sam yang tetap meninggi implikasi membaiknya sektor mengonsumsi daerah tinggal tangga dan masih terganggunya rantai pasokan dunia. 

Tidak cuman itu, penanam modal juga risi bareng dengan kemajuan modern berasal dari Covid-19 varian Omicron di dunia. 

Di As, meningkatnya problem Covid-19 dan semakin agresifnya penyebaran Omicron memicu kekalutan bahwa ekonomi akan terusik lagi, menyusul diberlakukannya kebijakan restriksi sosial. 

Terhadap Jumat pekan lalu, AS mencatat 163.707 problem gres sengam 1.653 kematian, dikutip berasal dari Worldometers. 

Presiden As, Joe Biden juga meminta warga eksklusif divaksin dan mengambil suntikan booster. AS mencatat keseluruhan problem Covid-19 sebanyak 51 juta bareng dengan 827 ribu simpulan hidup semenjak pandemi mewabah. 

Berasal dari segi teknikalnya, Bitcoin diperdagangkan di kurang lebih moving average 200 hari. Upside sepertinya terbatas mengingat adanya titik resistance yang besar lengan berkuasa antara Us$ 50.000-55.000. 

Terhadap grafik harian, Bitcoin mencatatkan frekuwensi capek segi bawah, yang menampilkan bisa saja adanya peningkatan harga didalam jangka pendek. Waktu berasal dari Indeks daya nisbi (Rsi), Bitcoin berada di daerah suntuk jual (Oversold). 

Tetapi, hilangnya saat-saat segi atas kepada grafik mingguan terbilang masih mengkhawatirkan. Lebih dari satu kali Bitcoin gagal mempertahankan tren positifnya sesudah menjamah harga tertinggi sepanjang abad di kisaran level Us$ 69.000. 

Bitcoin berada kepada titik kritis dan konsisten rentan pada penurunan harga 20% lainnya, bareng asumsi pembeli bukan bisa mempertahankan level support waktu ini. 

Berasal dari segi kapitalisasi pasarnya, Bitcoin lagi mengalami penurunan. Terhadap pagi hari ini, kapitalisasi pasar Bitcoin turun jadi Us$ 880 miliar.